<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="Kunena 1.5.4"> -->
<rss version="0.91">
    <channel>
        <title>Member Alumni Site - Forum</title>
        <description>Kunena Site Syndication</description>
        <link>http://forum.akademihipnoterapi.com/</link>
        <lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 17:07:04 -0600</lastBuildDate>
        <generator>Kunena 1.5.4</generator>
        <image>
	        <url>http://forum.akademihipnoterapi.com/components/com_kunena/template/default_ex/images/english/emoticons/rss.gif</url>
	        <title>Powered by Kunena</title>
	        <link>http://forum.akademihipnoterapi.com/</link>
	        <description>Kunena Site Syndication</description>
        </image>
        <item>
            <title>Subject: Jurus &quot;SELESAI&quot; untuk ABRECTION... - by: danielgo</title>
            <link>http://forum.akademihipnoterapi.com/forum-alumni/28-kasus-dewasa/655-jurus-qselesaiq-untuk-abrection.html#830</link>
            <description>Wakakaka heboh bener pak! Bagian dipukulinya yg ga enak. Kalau itu di ruang terapi saya charge lebih sekalian aja, hehehe. Ongkos beli balsem kalau benjut habis digebukin :)

Saya jadi ingat kasus klien tahun lalu yg abreaction dahsyat di ruang terapi saya. Waktu itu masih pakai kursi plastik &amp; kepala nyandar ke tembok. Trus kepala hampir aja dijedotin ke tembok saking dahsyatnya abreaction. Meja di depan juga kena tendang. Saya pikir ya udah ga apa deh ntar kalo jebol tinggal dimasukin ke bill sekalian, hehehehe.

Anyway, mantap sekali pak. Ketenangan anda (walaupun mungkin sempat blank kehabisan pelor kali ya hehe) patut diacungi 4 jempol!

Salam sukses</description>
            <pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:36:29 -0600</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subject: MENGHADAPI ORANG YANG MENINGGAL - by: ariesandi</title>
            <link>http://forum.akademihipnoterapi.com/forum-alumni/28-kasus-dewasa/820-menghadapi-orang-yang-meninggal.html#829</link>
            <description>dear dr Robert,
hehehehhe jauh di mata dekat di hati 

dengan pikiran yang  penuh kesadaran tak ada batasan ruang dan waktu apalagi dengan skype + koneksi internet semuanya jadi dekat hehehehehe


salam hangat</description>
            <pubDate>Tue, 07 Sep 2010 15:04:42 -0600</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subject: Terapi Mama yang terkena Brain Damage - by: ariesandi</title>
            <link>http://forum.akademihipnoterapi.com/forum-alumni/28-kasus-dewasa/800-terapi-mama-yang-terkena-brain-damage.html?limit=6&amp;start=6#828</link>
            <description>dear dr.Robert,
wah seru nih kasusnya

dengan mantap dr Robert menerapkan hukum pikiran yang menyatakan bahwa pikiran tak bisa membedakan kenyataan dan imajinasi. Yang muncul di pikiran dianggap nyata dan telah terjadi. Sehingga ketika diulang di kondisi mata terbuka pikiran menganggapnya telah terjadi berkali-kali. 

Salam sukses u semua
Ariesandi</description>
            <pubDate>Tue, 07 Sep 2010 14:54:58 -0600</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subject: Otak tengah - by: chen</title>
            <link>http://forum.akademihipnoterapi.com/forum-alumni/41-pertanyaan-bebas/735-otak-tengah.html?limit=6&amp;start=6#821</link>
            <description>Memang seharusnya kita lebih berhati2 mengenai otak tengah ini.Sebenarnya definisi jenius kalau hanya menggunakan kriteria mampu membaca dengan mata tertutup tentulah sangat tidak tepat dan terlalu dipaksakan.
Membaca, baik dengan mata terbuka atau tertutup, bukanlah jaminan anak jenius. Membaca adalah proses merangkai huruf-huruf menjadi kata, kata-kata menjadi kalimat, kalimat-kalimat menjadi paragraf, yang akhirnya membentuk suatu pemaknaan sesuai konteks penulisan. Jadi
membaca adalah langkah awal. Mengerti adalah langkah selanjutnya. Nah,apakah anak yang telah menjalani aktivasi otak tengah mampu meningkatkan pemahaman terhadap apa yang mereka baca?

Pernah saya baca adanya 'korban' aktivasi otak tengah
dimana yang terjadi adalah :

1. Anak tidak mau/malas sekolah
2. Anak melihat makluk2 halus/gaib
3. Anak melihat lgsg kedua ortu yg sedang melakukan hub.intim di kamar
4. Anak yang mendapat teman 'gaib'

Setelah mereka menjalani 'terapi pemulihan' akhirnya anak2 kembali normal seperti semula.</description>
            <pubDate>Sat, 04 Sep 2010 09:20:25 -0600</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
